0 Comments
·0 Shares
·3K Views
·0 Reviews
Pinned Post
-
-
ARAB SAUDI MELARANG MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAPI MELEGALKAN HELLOWEEN, DJ PARTY.
Arab Saudi dilaporkan menyelenggarakan festival Halloween, pemerintahan kerajaan Islam tersebut selama ini melarang perayaan semacam itu.
Acara perayaan Halloween itu dijuluki "Scary Weekend" yang berlangsung di Boulevard Riyadh. Orang-orang pun berdatangan ke pesta itu mengenakan kostum menakutkan dan pakaian mewah.
Arab Saudi juga melegalkan dj party di tempat yang dilarang di kunjungi oleh Nabi Muhammad SAW,
Sebelumnya kerajaan Arab Saudi sudah melegalkan bir dan bikini mulai tahun depan yang bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara
Valentine-Halloween, Tradisi Asing Kini Diizinkan Arab Saudi Era MbS.
Nampak warga Arab saudi sedang merayakan hari Halloween, yaitu hari setan internasional. Bagi mereka, ini bukanlah bagian dari tasyabbuh bil kuffar.. karna mereka udah bikin dalil sebelumnya...
Sementara para Misionaris Wahabi berkedok MANHAJ SALAF yg bertugas di Indonesia,
mereka gak bakal berani mengomentari apapun yg dilakukan Ulil Amri Bani Saud
Karna se galak2 nya anjing, gak mungkin menggonggongi apalagi menyakiti majikannya...
Saat kesebelasan kita melawan kesebelasan Arab Saudi berapa hari lalu, kemungkinan menang memang sangat tipis karena mereka berasal dari tanah suci sementara kita berasal dari tanah korupsi... :(
#arab #arabsaudi #arabindonesia #saudiindonesia #indonesiaarab
ARAB SAUDI MELARANG MAULID NABI MUHAMMAD SAW TAPI MELEGALKAN HELLOWEEN, DJ PARTY. Arab Saudi dilaporkan menyelenggarakan festival Halloween, pemerintahan kerajaan Islam tersebut selama ini melarang perayaan semacam itu. Acara perayaan Halloween itu dijuluki "Scary Weekend" yang berlangsung di Boulevard Riyadh. Orang-orang pun berdatangan ke pesta itu mengenakan kostum menakutkan dan pakaian mewah. Arab Saudi juga melegalkan dj party di tempat yang dilarang di kunjungi oleh Nabi Muhammad SAW, Sebelumnya kerajaan Arab Saudi sudah melegalkan bir dan bikini mulai tahun depan yang bertujuan untuk menarik wisatawan mancanegara Valentine-Halloween, Tradisi Asing Kini Diizinkan Arab Saudi Era MbS. Nampak warga Arab saudi sedang merayakan hari Halloween, yaitu hari setan internasional. Bagi mereka, ini bukanlah bagian dari tasyabbuh bil kuffar.. karna mereka udah bikin dalil sebelumnya... Sementara para Misionaris Wahabi berkedok MANHAJ SALAF yg bertugas di Indonesia, mereka gak bakal berani mengomentari apapun yg dilakukan Ulil Amri Bani Saud Karna se galak2 nya anjing, gak mungkin menggonggongi apalagi menyakiti majikannya... Saat kesebelasan kita melawan kesebelasan Arab Saudi berapa hari lalu, kemungkinan menang memang sangat tipis karena mereka berasal dari tanah suci sementara kita berasal dari tanah korupsi... :( #arab #arabsaudi #arabindonesia #saudiindonesia #indonesiaarab0 Comments ·0 Shares ·4K Views ·1 Plays ·0 Reviews -
0 Comments ·0 Shares ·3K Views ·0 Reviews
-
-
-
-
Photo Syekh Yasin Al-Fadani yang sedang memegang tongkat.
Syeikh waliyullah dari Sumatera Barat, seorang ulama kaliber internasional
Ulama Mekkah yang nenek moyangnya berasal dari Padang Sumatra Barat, adalah sosok ulama Indonesia yang namanya Terukir dengan Tinta Emas karena keluasan ilmu yang dimilikinya. Beliau bergelar “Almusnid Dunya”
(ulama ahli sanad dunia), keahlian dalam hal ilmu periwayatan hadist ini, maka banyak para ulama-ulama dunia berbondong-bondong untuk mendapat Ijazah Sanad hadist dari beliau. Bahkan Al-‘Allamah Habib Segaf bin Muhammad Assegaf salah seorang ulama dan waliyulloh dari Tarim Hadromaut sangat mengagumi keilmuan Syekh Yasin Al-Fadani hingga menyebut Syekh Yasin dengan ”Sayuthiyyu Zamanihi" (imam Al Hafid Assayuthy pada zamannya)
Nama lengkapnya Abu Al-Faidh’ Alam Ad Diin Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani, lahir di Mekkah tahun 1915. Sejak kecil Syekh Yasin sudah menunjukan kecerdasan yang luar biasa, Bahkan menginjak usia remaja Syekh Yasin mampu mengungguli rekan-rekannya dalam hal penguasaan ilmu hadist, fiqih bahkan para gurunya pun sangat mengaguminya. Syekh Yasin mulai belajar dengan ayahnya Syekh Muhammad Isa, dilanjutkan ke Ash-Shautiyyah guru-gurunya antara lain Syekh Muhktar Usman, Syekh Hasan Al-Masysath, Habib Muhsin bin Ali Al-Musawa.
Dan yang sangat menarik adalah sosok Syekh Yasin Al-Fadani adalah kesederhanaannya, walaupun beliau seorang ulama besar namun beliau tidak segan-segan untuk keluar masuk pasar memikul, dan menenteng sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Dengan memakai kaos oblong dan sarung,
dari musim haji rumah Syekh Yasin pun selalu ramai dikunjungi para ulama dan pelajar.
Ulama kelahiran abad 20 ini menghasilkan karya-karya yang tak kurang dari 100 judul, yang semuanya tersebar dan menjadi rujukan lembaga-lembaga Islam, pondok pesantren, baik itu di Mekkah maupun di Asia Tenggara. MasyaAllah
Photo Syekh Yasin Al-Fadani yang sedang memegang tongkat. Syeikh waliyullah dari Sumatera Barat, seorang ulama kaliber internasional Ulama Mekkah yang nenek moyangnya berasal dari Padang Sumatra Barat, adalah sosok ulama Indonesia yang namanya Terukir dengan Tinta Emas karena keluasan ilmu yang dimilikinya. Beliau bergelar “Almusnid Dunya” (ulama ahli sanad dunia), keahlian dalam hal ilmu periwayatan hadist ini, maka banyak para ulama-ulama dunia berbondong-bondong untuk mendapat Ijazah Sanad hadist dari beliau. Bahkan Al-‘Allamah Habib Segaf bin Muhammad Assegaf salah seorang ulama dan waliyulloh dari Tarim Hadromaut sangat mengagumi keilmuan Syekh Yasin Al-Fadani hingga menyebut Syekh Yasin dengan ”Sayuthiyyu Zamanihi" (imam Al Hafid Assayuthy pada zamannya) Nama lengkapnya Abu Al-Faidh’ Alam Ad Diin Muhammad Yasin bin Isa Al-Fadani, lahir di Mekkah tahun 1915. Sejak kecil Syekh Yasin sudah menunjukan kecerdasan yang luar biasa, Bahkan menginjak usia remaja Syekh Yasin mampu mengungguli rekan-rekannya dalam hal penguasaan ilmu hadist, fiqih bahkan para gurunya pun sangat mengaguminya. Syekh Yasin mulai belajar dengan ayahnya Syekh Muhammad Isa, dilanjutkan ke Ash-Shautiyyah guru-gurunya antara lain Syekh Muhktar Usman, Syekh Hasan Al-Masysath, Habib Muhsin bin Ali Al-Musawa. Dan yang sangat menarik adalah sosok Syekh Yasin Al-Fadani adalah kesederhanaannya, walaupun beliau seorang ulama besar namun beliau tidak segan-segan untuk keluar masuk pasar memikul, dan menenteng sayur mayur untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Dengan memakai kaos oblong dan sarung, dari musim haji rumah Syekh Yasin pun selalu ramai dikunjungi para ulama dan pelajar. Ulama kelahiran abad 20 ini menghasilkan karya-karya yang tak kurang dari 100 judul, yang semuanya tersebar dan menjadi rujukan lembaga-lembaga Islam, pondok pesantren, baik itu di Mekkah maupun di Asia Tenggara. MasyaAllah0 Comments ·0 Shares ·5K Views ·0 Reviews -
GUS BAHA' DAN KIAI PEROKOK BERAT
"Kenangan terbaik saya di dunia ini, ketika pernah didatangi kiai tua yang (mungkin) sudah mau meninggal, ketika waktu MUI mengaramkan rokok, dia bertanya (hukum merokok) kepada saya,” tutur Gus Baha.
Tradisi kiai-kiai desa memang unik. Masyarakat atau kiai kampung ketika mendapatkan sebuah fatwa dari pusat organisasi Islam, meski berafiliasi dgn organisasi itu, mereka tak akan mengikutinya langsung. Mereka lebih mengikuti guru mengaji mereka ketimbang fatwa dari pusat.
Misalnya, santri Mbah Maemun Zubair tentu akan lebih memilih fatwa Mbah Moen daripada fatwa MUI pusat. Begitu juga santri Habib Luthfi akan mengikuti fatwa beliau.
“Gus, MUI itu kan mengharamkan rokok, sekali Jenengan mengatakan itu haram, saya tidak akan merokok Gus, tapi saya mau bercerita terlebih dahulu, saya itu kiai, sudah tua, ndeso lagi,” ujar kiai itu.
"Iya Mbah, sudah terlihat kok,” timpal Gus Baha diikuti tawa jemaah.
“Hiburan saya itu ya ketika setelah salat Isya itu ngobrol dan merokok dengan teman-teman mondok dulu di pojok musala Gus, kemudian mencocokkan nasib ketika pas mondok dahulu. Karena di pagi hari takut istri, pekerjaan saya ya yg sebisa yg dilakukan di siang hari. Hiburan saya ya hanya seperti tadi itu Gus,” ujar kiai tadi.
"Kalau itu diharamkan Gus, saya tidak bakalan punya hiburan, harta dunia tidak punya (banyak), satu-satunya (hiburan) ya hanya itu Gus. Saya itu kiai (kampung) Gus, mau menonton dangdut ya tidak pantas” kata Gus Baha menirukan kyai kampung.
“Sudah Mbah, untuk Jenengan halal,” jawab Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan bahwa tipe orang itu jangan sampai diberi fatwa haram merokok, karena hukum merokok sendiri memang masih menjadi ikhtilaf atau perbedaan diantara para ulama. Untuk kondisi kiai tadi, Gus Baha memperbolehkannya merokok daripada ia mencari hiburan nonton dangdut yg unsur mudaratnya lebih besar.
Apa yg diceritakan Gus Baha tentu menjadi pelajaran bagi para ulama atau ustad. Bahwa dalam memberikan fatwa, seseorang tak boleh asal mengeluarkan fatwa di depan publik atau jemaah tanpa mengetahui kondisi si penanya karena suatu fatwa tak bisa menjadi solusi mutlak masalah orang lain.
GUS BAHA' DAN KIAI PEROKOK BERAT "Kenangan terbaik saya di dunia ini, ketika pernah didatangi kiai tua yang (mungkin) sudah mau meninggal, ketika waktu MUI mengaramkan rokok, dia bertanya (hukum merokok) kepada saya,” tutur Gus Baha. Tradisi kiai-kiai desa memang unik. Masyarakat atau kiai kampung ketika mendapatkan sebuah fatwa dari pusat organisasi Islam, meski berafiliasi dgn organisasi itu, mereka tak akan mengikutinya langsung. Mereka lebih mengikuti guru mengaji mereka ketimbang fatwa dari pusat. Misalnya, santri Mbah Maemun Zubair tentu akan lebih memilih fatwa Mbah Moen daripada fatwa MUI pusat. Begitu juga santri Habib Luthfi akan mengikuti fatwa beliau. “Gus, MUI itu kan mengharamkan rokok, sekali Jenengan mengatakan itu haram, saya tidak akan merokok Gus, tapi saya mau bercerita terlebih dahulu, saya itu kiai, sudah tua, ndeso lagi,” ujar kiai itu. "Iya Mbah, sudah terlihat kok,” timpal Gus Baha diikuti tawa jemaah. “Hiburan saya itu ya ketika setelah salat Isya itu ngobrol dan merokok dengan teman-teman mondok dulu di pojok musala Gus, kemudian mencocokkan nasib ketika pas mondok dahulu. Karena di pagi hari takut istri, pekerjaan saya ya yg sebisa yg dilakukan di siang hari. Hiburan saya ya hanya seperti tadi itu Gus,” ujar kiai tadi. "Kalau itu diharamkan Gus, saya tidak bakalan punya hiburan, harta dunia tidak punya (banyak), satu-satunya (hiburan) ya hanya itu Gus. Saya itu kiai (kampung) Gus, mau menonton dangdut ya tidak pantas” kata Gus Baha menirukan kyai kampung. “Sudah Mbah, untuk Jenengan halal,” jawab Gus Baha. Gus Baha menjelaskan bahwa tipe orang itu jangan sampai diberi fatwa haram merokok, karena hukum merokok sendiri memang masih menjadi ikhtilaf atau perbedaan diantara para ulama. Untuk kondisi kiai tadi, Gus Baha memperbolehkannya merokok daripada ia mencari hiburan nonton dangdut yg unsur mudaratnya lebih besar. Apa yg diceritakan Gus Baha tentu menjadi pelajaran bagi para ulama atau ustad. Bahwa dalam memberikan fatwa, seseorang tak boleh asal mengeluarkan fatwa di depan publik atau jemaah tanpa mengetahui kondisi si penanya karena suatu fatwa tak bisa menjadi solusi mutlak masalah orang lain.· 0 Comments ·1 Shares ·8K Views ·0 Reviews1
-
AMALAN PELUNAS HUTANG
Habib Ali Bin Husein al-Attas atau lebih dikenal dengan Habib Ali Bungur ( salah satu ulama besar ditanah Betawi) dalam kitabnya al-Qirthos menyebutkan satu riwayat:
يروي ان من صلي ركعتين قبل طلوع الفجر‘يقراء في كل ركعۃ الفاتحۃ وايۃ الكرسي ثلاث مرات والكافرون مرۃ والاخلاص ۱۱ مرۃ ثم يقول بعد الفراغ : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم استغفرالله ۱۰۰ مرۃ‘قضي الله دينه ووسع عليه رزقه.
Barang siapa shalat dua raka'at sebelum terbit Fajar. Dalam setiap raka'atnya ia membaca :
1) Al-Fatihah
2) Ayat Kursi 3x
3) Surat Al-Kafirun 1x
4) Surat Al-Ikhlas 11x
Kemudian setelah shalat ia membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ أَسْتَغْفِرُ الله "subhanallah wabihamdihi subhanallahil adhim astagfirullah" 100x
Maka Allah akan melunasi hutangnya dan melapangkan rizkinya. InsyaAllah...
AMALAN PELUNAS HUTANG Habib Ali Bin Husein al-Attas atau lebih dikenal dengan Habib Ali Bungur ( salah satu ulama besar ditanah Betawi) dalam kitabnya al-Qirthos menyebutkan satu riwayat: يروي ان من صلي ركعتين قبل طلوع الفجر‘يقراء في كل ركعۃ الفاتحۃ وايۃ الكرسي ثلاث مرات والكافرون مرۃ والاخلاص ۱۱ مرۃ ثم يقول بعد الفراغ : سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم استغفرالله ۱۰۰ مرۃ‘قضي الله دينه ووسع عليه رزقه. Barang siapa shalat dua raka'at sebelum terbit Fajar. Dalam setiap raka'atnya ia membaca : 1) Al-Fatihah 2) Ayat Kursi 3x 3) Surat Al-Kafirun 1x 4) Surat Al-Ikhlas 11x Kemudian setelah shalat ia membaca: سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ أَسْتَغْفِرُ الله "subhanallah wabihamdihi subhanallahil adhim astagfirullah" 100x Maka Allah akan melunasi hutangnya dan melapangkan rizkinya. InsyaAllah...0 Comments ·0 Shares ·2K Views ·0 Reviews -
More Stories