Masa Berubah, Guru Harus Kreatif
DALAM rangkaian masa, proses pendidikan menunjukan kesenjangan antara masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Guru yang saat ini ini mengajar peserta didik adalah guru-guru yang mendapatkan bekal materi pada masa lalu.
Konten materi yang dipelajari guru saat itu adalah kurikulum yang berlaku pada masa lalu. Metode pembelajaran, stratregi pembelajaran, dan media pembelajaran yang diterima guru adalah metode strategi dan media pembelajaran pada masa lalu.
Demikian juga penguasaan literasi yang diberikan guru adalah literasi sesuai kebutuhan di masa itu. Pertanyaannya adalah apakah proses pendidikan masa lalu dapat diterapkan saat ini dan masa depan?
Hasil pendidikan yang didapatkan guru pada masa lalu kemudian digunakan untuk mengajar siswa pada masa kini. Dalam kondisi ini pasti kurikulumnya sudah berubah, keterampilan yang diharapkan sudah berubah dan strategi pembelajaran juga berubah.
Guru perlu reaktif menghadapi kesenjangan masa ketika menerima materi dan menyampaikan materi. Perlu ada penyesuaian dan tindak lanjut supaya pendidikan disesuaikan dengan zamannya.
Selain itu, guru perlu adaptif terhadap situasi. Siswa yang dihadapi saat ini berbeda dengan siswa pada masanya. Kebiasaan dan ketertarikan mereka jauh berbeda dengan ketika seorang guru duduk di bangku sekolah.
Sementara itu guru memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan masa depan peserta didik. Guru mengajar saat ini tapi untuk mempersiapkan siswa masa depan. Fenomena ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru di sekolah.
Info Lebih Lengkap Buka Website Resmi Unusa
Ruang dan waktu terus berubah dengan cepat. Guru sebagai pembelajar sejati perlu mempersiapkan landasan pacu yang lebih panjang dan lebih lebar. Artinya dalam mempersiapkan siswa di masa depan tidak hanya untuk kebutuhan saat ini tetapi harus mampu meneropong kebutuhan di masa yang akan datang.
Pendidikan Masa Depan
Pendidik dan peneliti global telah merancang Pendidikan yang sesuai kebutuhan di abad ke-21. Pendidikan yang dirancang untuk mengidentifikasi dan memahami keterampulan di abad 21. ITL Research (Innovative Teaching and Learning) menyebutkan bahwa 6 dimensions for 21st century learning.
Masing-masing dimensi akan mendorong siswa untuk berkembang sesuai kebutuhan masanya. 6 dimensi tersebut adalah Collaboration, Skilled Communication; Seld Regulation, Real-World Problem Solving; Knowledge Construction; Use of ICT for Leraning.
Kerangka guru professional abad 21 perlu memiliki sejumlah kompetensi untuk mempersiapkan Pendidikan di masa datang. ITL Reseacrh telah memberikan gambaran bahwa guru di masa depan harus reaktif menghadapi tantangan.
Literasi masa lalu tidak akan diterima untuk kebutuhan masa depan. Integrasi ICT dalam pembelajaran, Metode dan media pembelajaran terbaru akan menambah tercapainya tujuan pembelajaran.
Siswa aktif menjadi salah satu poin penting dalam skema pembelajaran masa depan. Siswa tidak lagi menerima materi dari guru tetapi aktif menggali informasi dan berkolaborasi.
Guru memiliki peran penting dalam mendesain pembelajaran di kelas; Kurikulum perlu dikembangakan sesuai kebutuhan zaman; siswa diarahkan untuk terlibat aktif dalam pembelajaran melalui kolaborasi, komunikasi dan berpikir kritis.
Pengembangan kompetensi siswa pada ranah pemahamana yang mendalam terkait materi. Dalam melakukan penilaian guru tidak hanya menggunakan satu aspek saja, tetapi dengan mencermati aspek yang lain.
Solusi untuk menjawab permintaan Pendidikan di masa depan tidak cukup hanya satu aspek saja, perlu pengintegrasian dari berbagai aspek. Keberhasilan desain Pembelajaran di abad ke 21 tidak akan terjadi dalam sekejap mata.
Perlu ada solusi dengan mempertimbangkan risiko yang paling rendah dan kebermanfaatan paling tinggi. Jika yang direkonstruksi adalah kurikulum, maka masa tidak akan bertahan lama, karena kurikulum menyesuaikan kebutuhan zaman. Jika yang diubah adalah metode pembelajaran, maka metode akan berubah seiring konten materi. Demikian juga media dan kebijakan sekolah.
Solusi yang dapat ditempuh adalah mempersiapkan guru professional untuk masa depan. Alasannya adalah meskipun zaman berubah guru professional akan dapat mengikuti perkembangan.
Guru dapat beradaptasi dalam perubahan kurikulum. Guru professional yang memiliki kecakapan di masa depan. Guru yang tidak hanya memiliki kemampuan pedagogik dan penguasaan materi, tetapi juga memiliki literasi digital. *
Akhwani – Dosen FKIP